TANPA menyelipkan barang, bahkan dengan melipat ujung halaman, kita pun bisa menetapkan pembatas halaman buku. Jadi, kenapa harus beli? Itulah manusia. Apa-apa harus dibeli. Apa-apa harus didesain khusus. Tapi, yah, itulah kekayaan peradaban. Haha!
SEPELE tapi kita butuhkan. Begitu sepelenya sehingga kita malas membeli. Bukankah dengan menyimpan, lalu reuse, persoalan selesai? Hanya pedagang yang membeli karet gelang baru.
TAMPAKNYA barang kecil sepele ini hanya untuk kepentingan sesaat. Nyatanya klip kertas bisa menempel puluhan tahun sampai karatan. Anehnya tak setiap orang punya stok klip baru.
MUNGKIN Anda tak memerlukan karena tak merasa sebagai tukang. Lagi pula jari, jengkal, siku, dan depa masih bisa Anda andalkan. Misalnya menggunakan tangan untuk mengukur celana di pasar karena tidak ada kamar pas.
COBALAH Anda ingat: dengan apakah Anda melepaskan kawat cepretan (atau jepretan) dari plastik dan kertas? Apa boleh bikin, kawat U ini tak hanya menyelip dalam dokumen kita melainkan juga bungkus makanan kita — suatu hal yang secara teoritis membahayakan anak kecil maupun orang dewasa.
MENURUT saya sih bentuknya seperti ikan paus. Mengada-ada? Mungkin. Tapi lihatlah. Yang lebih penting bukan bentuk melainkan fungsi. Lebih dari itu harganya pun murah.
BARANG ini sudah lama mengisi peradaban, sejak Mesir kuno. Yang Anda miliki pun mungkin lebih dari satu. Bahkan bisa saja Anda lupa sudah berapa kali membeli gunting, baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Hmmm… hadiah gunting. Lumrah nggak sih, kecuali untuk penjahit dan pemangkas rambut?