Pembatas Halaman Buku: Apa pun Jadi

Barang ini fungsional tapi tidak hebat. Cuma pembatas halaman buku. Saya dapatkan di toko serba-Rp 5.000. Harganya ya segitu.
Bukan benda ajaib tapi sering kita perlukan, terutama saat menghentikan baca. Dengan pembatas, kita tak perlu mengingat nomor halaman.
Padahal kalau urusannya menandai halaman, dengan coretan pun bisa — tapi merusak penampilan. Dengan melipat ujung halaman menjadi “kuping anjing” juga bisa, tapi ini mencacati buku. Lalu?
Ambillah apa saja, dari struk kasir toko buku, bungkus gula di kedai kopi, tiket bioskop, atau grenjeng rokok, sebuah halaman bisa disekat.
Semuanya terserah Anda. Yang penting buku itu milik Anda.
Begitulah, penanda halaman adalah bagian dari adab manusia yang membutuhkan buku berkertas. Maka sungguh mulia jika ada toko dan penerbit yang membonuskan pembatas buku.
Namanya juga bonus, pasti gratis. Nah di luar gratis, ada juga yang harus didapat dengan membeli. Bagi pebisnis ini jelas peluang. Begitu pula bagi desainer produk.
Saya tak tahu siapa di antara Anda yang menjadi kolektor “pembatas buku”. Siapa tahu ada yang menyimpannya hingga ratusan, atau malah ribuan, baik dari membeli maupun didapat sebagai oleh-oleh. Bukankah barang ini kadang juga jadi cinderamata pariwisata?

ada yg bonus dari buku, ada yg oleh2, tp sekarang aye lebih sering pakai voucher isi ulang.. btw, lucu bgt pembatasnya. kreatif.
Friday 14 September 2007 @ 10:26:26
klo saya emang agak fanatik ama pembatas buku, setiap buku harus disertai pembatas, yah itu..biar ga kelipat2 kuping anjing. biasanya seh emang bikin sendiri, daun2 dikeringin, trus id laminating, di bolongin..dan voila!! jadi deh.. dan hm, susah emang nyari pembatas buku yg seru.
Tuesday 2 October 2007 @ 12:03:02
anakku menyebutnya
klip besar cap skuter
Monday 8 October 2007 @ 14:57:03
saya takjub dengan ide mbak dewi tentang daun. bagus, unik, kreatif. saya pake idenya ya…..
Sunday 28 October 2007 @ 23:48:33
pembatas buku itu kayak orang dandan, macem-macem maunya.
Tuesday 4 December 2007 @ 14:51:29
——————
Buku orang juga penting untuk dijaga lho….
Wednesday 9 January 2008 @ 04:34:52
Kalau saya sih biasanya beli buku n bon nya saya simpen di deket2 bukunya.
Trus make bonnya buat bookmark d..
Lagipula, sayang kalo beli bookmark yang dijual di toko (kan ada yg harganya sampe 100rb an), kalo dipikir2, bon yang saya pake bookmark tuh malah lebih mahal harganya drpd bookmark yg beli di toko.
Wednesday 23 January 2008 @ 16:12:43
tidak perlu beli karena pembatas buku sering dibagikan pada acara2 atau oleh majalah. Lagipula mudah sekali untuk membuatnya tinggal perlu karton dan dihias.
Kalau mau gampang tinggal lipat ujung halaman yang terakhir dibaca, tapi ya bukunya jadi lecek
Monday 11 February 2008 @ 11:25:06
saya butuh pembatas buku supaya generasi mendatang tahu bahwa itu adalah pembatas buku dan bukan cuma sekedar karton mungil bergambar saja. dan juga mengajarkan generasi masa depan supaya mejaga kerapihan buku kalau sedang membacanya apalagi kalau itu buku pinjaman.
Friday 18 April 2008 @ 00:32:43
tuntutan jaman neh. katanya siy, keren kalo kita dikitari dengan benda2 unik dan lucu. salah satunya pembatas buku.
Friday 18 April 2008 @ 11:16:53
i like the stuffs, small things that matter..pengen usul nih, tulisannya bs diperbesar o ganti warna? agak susah liatnya
thx
Tuesday 29 April 2008 @ 16:59:14