[ View menu ]

Gunting Sensor Memotong si Tangan Gunting

“Ini TK, taman kanak-kanak, untuk bermain,” ujar Bu M, Kepala TK itu, kepada sekumpulan orangtua. “Kalau Bapak dan Ibu ingin putra-putrinya bisa membaca dan berhitung, masukkanlah ke kelas satu SD. Di sini, tempat bermain ini, putra-putri Bapak dan Ibu juga akan berkenalan dengan bahaya supaya mereka bisa berhati-hati. Misalnya cara memakai gunting…” katanya.

Sudah layak kalau Bu Kepala TK di Jakarta Timur itu pernah menjadi guru teladan.

Juga layak jika gunting, selain sebagai alat berkreasi, juga merupakan alat yang berbahaya karena bisa melukai pemakainya.

ting guntingDengan atau tanpa belajar di TK, sejak kecil kita akrab dengan gunting. Sepanjang hayat kita mungkin sudah berganti selusin gunting — termasuk gunting baja.

Gunting selalu kita perlukan untuk memotong dan membelah. Maka Victorinox dan Leatherman, juga mungkin Krisbow, pun menyertakan gunting dalam peranti kompaknya.

Di rumah Anda memakai gunting. Di kantor juga. Saya tak tahu apakah gunting itu merupakan “batangan” Anda, yakni sesuatu yang menjadi milik Anda, ataukah barang pinjaman.

Gunting mudah didapat di semua toko alat tulis. Bahkan warung komplet dalam kompleks perumahan pun menyediakannya. Menurut para orang tua, pada zaman susah dulu gunting susah didapat. Tak semua orang memilikinya, sehingga lazim saja jika seseorang meminjam gunting milik tetangga. Kini gunting yang aman untuk anak-anak pun mudah didapat.

Meskipun ada gunting untuk orang kidal, sejauh ini saya belum pernah menemuinya di toko. Mungkin ada, tetapi saya tidak tahu karena tak ada keterangannya.

Mau gunting kanan atau kidal, alat potong bersilang ini kadung menjadi lambang pemotongan dan sensor. Cut and paste, yang tampaknya berasal dari dunia penerbitan, akhirnya diadopsi oleh komputer. Adapun sensor, tepatnya sensor terhadap film seluloid, memang lebih mudah jika dilambangkan dengan gunting, buka alat potong lainnya.

Di luar dunia media, gunting adalah simbol dunia tata rambut. Sejauh ini belum ada cara memotong rambut kepala tanpa melibatkan gunting, kecuali untuk perawatan berkala crew cut.

Kabarnya gunting sudah ada sejak zaman Mesir Kuno, sekitar 1500 SM. Tetapi menjadi Edward si Tangan Gunting jelas merepotkan. Bagi juru sensornya sih tidak.

1 Comments

  1. mpokb says:

    gunting simbah jaman dulu.. kayaknya sama semua.. hitam, besar, tajam… dari besi gitu.. udah gak ada lagi yak?

    Tuesday 1 August 2006 @ 11:10:50

RSS feed Comments | TrackBack URI

Write Comment

XHTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>