Peniti dan Valas

Ada sebagian orang Jawa yang menyebutnya “temiti”. Lantas buat apa peniti ini? Tak ada hubungannya dengan titi-meniti. Kamus Besar Bahasa Indonesia mengartikannya sebagai “jarum penyemat (pengelat)”.
Apa kegunaan peniti kita semua sudah tahu. Tapi izinkanlah saya untuk mencari tahu: kapan terakhir kali Anda menggunakan peniti dan untuk apa? Semoga Anda masih ingat.
Anda punya peniti. Saya juga, ada dalam tas harian saya. Pernah saya gunakan? Belum. Tapi orang lain pernah terbantu oleh peniti saya, dan hanya sekali.
Saya juga pernah punya — karena diberi dan atau tinggal mengambil gratis — kit berisi jarum, kancing baju, benang, dan peniti dari hotel dan maskapai penerbangan. Pernah saya gunakan? Tidak. Saya lupa barang itu akhirnya bermuara ke mana.
Sejauh saya tahu, jadi tolong Anda koreksi kalau salah, Indonesia tak memproduksi peniti. Kita masih mengimpornya dari RRC. Jika benar, dari manapun impornya, Departemen Perdagangan pasti punya datanya.
Di luar urusan semat-menyemat, ada perusahaan penukaran valuta asing di Jakarta yang bernama Peniti. Kafi Kurnia malah punya tokoh bernama Mpu Peniti.
kancing jepret imut itu bikinan jerman kan, paman?
Thursday 10 August 2006 @ 18:08:41
[...] Peniti - review [...]
Friday 7 September 2007 @ 06:25:33